Unggah Foto Dokternya ke Twitter, Wanita ini Mendapat Banyak Kecaman

dermatologist foto viral

Ada saja berita viral yang selalu muncul setiap minggu bahkan setiap hari di dunia maya, baik di Twitter, Instagram, Youtube, maupun Facebook.

Belum lama ini seorang wanita yang membagikan foto dokter kulitnya secara online di twitter setelah mengambil foto secara diam-diam saat janji bertemu, dijatuhkan karena ‘pelecehan seksual’ oleh pengguna Twitter.

Wanita tersebut dengan nama pengguna Twitter, PurpleGodesss, dikecam karena mengunggah foto tersebut itu ke Twitter. Tidak berhenti disitu saja, selanjutnya dirinya kembali membagikan informasi lebih lanjut, termasuk kartu nama dokter tersebut.

Waduuh, terus gimana ceritanya ya setelah memposting dan mengomentari penampilan dokternya dengan tanpa persetujuannya.

Selain ada yang menganggap itu biasa saja dan becandaan, ada banyak juga yang menganggap dirinya sudah memicu kontroversi mengenai isu seksisme dan privasi di era kebebasan berbagi foto saat ini.

Semua ini tidak akan terjadi kalau saja pengguna Twitter @purplegodesss tidak nge-Tweet foto dokter kulitnya dengan caption, “My God my dermatologist fine as s**t!!!!”, pada 28 Maret 2019 lalu.

Imran Aslam, dokter yang diambil fotonya diam-diam, sepertinya tidak sadar dia sedang difoto. Dan netizen pun yakin bahwa foto itu diambil dan dibagikan secara online tanpa persetujuan Dr Imran Aslam.

Cuitan penata rambut dari Clinton, Maryland yang dikenal sebagai Purple Godesss di Twitter ini tentu saja sukses membuat gelombang berita viral.

Saat artikel ini dibuat, cuitan @PurpleGodesss sudah dihapus. Namun dia sempat membagikan tentang viralnya cuitannya itu di salah satu postingan.

Terlihat sudah lebih dari 1,6 juta kali dan ada lebih dari 900.000 interaksi.

Tidak terpengaruh dengan banyaknya kritikan, @purplegodesss kembali melanjutkan membagikan foto kartu nama yang berisi nama dan kontak Howard University Hospital.

Dia juga sepertinya sangat senang sudah membuat dokter tersebut menjadi viral. Mungkin dipikirnya, siapa tahu dokter itu senang menjadi viral dan bisa bagus untuk usahanya.

Tapi ingat ya, kalau kamu lakukan ini harus berhati-hati. Bagia banyak orang, stalking (menguntit) dan memberi tahu keberadaan seseorang itu bisa jadi perilaku yang tidak dapat diterima dan bisa jadi bermasalah di kemdudian hari.

Dilansir di boredpanda.com yang berhasil mewawancarai Imran Aslam, dikatakan bahwa pada awalnya Dr Imran Aslam begitu cemas dengan kisah viral dirinya di twitter.

“Saya orang yang biasa-biasa saja, ketika saya pertama kali mendengar saya menjadi trending di twitter saya agak panik. oh my god what is happening.” Jelas Dr Imran Aslam.

”Saya mulai mendapatkan pesan teks dari teman-teman dari penjuru negeri, beberapa di antaranya bahkan sudah tidak saling berbicara selama bertahun-tahun, memberi tahu bahwa saya sedang ramai dibicarakan di Twitter.” Ungkapnya.

Namun saat kegelisahan mereda, dirinya menyadari bahwa kebanyakan yang berkomentar bisa menerima fotonya dengan baik.

“Saya mulai melihat bahwa situasinya cukup lucu. Komentar di Twitter itu lucu, orang-orang memposting semua hal konyol, dan gambarnya terus disukai. Saya pikir itu mendapat lebih dari 20.000 suka lebih. Itu gila.” Lanjutnya.

Dokter kulit, Dr. Imran Aslam, sejak itu menyatakan bahwa ia baik-baik saja dengan foto dan identitasnya di Internet.

Dan inilah yang dikatakan Dr. Aslam dalam menanggapi percakapan yang mengamuk tentang pelecehan seksual dan standar gandanya.

“Secara definisi, banyak komentar pada foto saya dianggap sebagai bentuk pelecehan seksual. Dan saya benar-benar dapat memahami bagaimana orang menganggap ini sebagai standar ganda dalam kaitannya dengan gerakan #metoo,” katanya kepada Bored Panda.

Iya juga ya. Coba saja kamu pikirkan, bagaimana kalau yang melakukan ini seorang pria. Ada pria yang memotret secara diam-diam seorang wanita yang seksi lalu mengunggahnya ke media sosial? Bakal dianggap melecehkan bukan?

“Dari sudut pandang saya, tidak juga kalau saya tidak mengakui fakta bahwa saya tidak pernah merasa menjadi ‘korban’. Jelasnya.

“Saat saya renungkan lagi sentimen ini, saya sadari alasan yang tidak diragukan lagi bahwa saya memiliki ‘priviledge’ sebagai seorang laki-laki. Saya memiliki hak untuk tidak pernah merasa terancam atau diintimidasi oleh seorang wanita secara seksual.” Tegasnya.

Dr Aslam juga menyatakan, dirinya juga berhak merasa tidak pernah digoda, tidak pernah diikuti seseorang wanita asing sampai ke rumahnya.

“Karena kebebasan yang kita nikmati sebagai laki-laki inilah sehingga saya pikir ribut-ribut mengenai pelecehan seksual mengenai diri saya harus ditafsirkan berbeda.” Imbau Dr Aslam dengan bijak.

Kalau menurut sudut pandang kamu, bagaimana kejadian viral ini? Apa kamu sependapat dengan Dr Imran Aslam?

Atau apa kamu pernah mengalami hal yang sama? Fotomu menjadi viral di media sosial? Atau jangan-jangan kamu pernah menyebarkan foto orang lain juga ke media sosial?