Unggah Foto The Edge of the World di Arab, Influencer Dicibir

Jebel Fihrayn - Gunung Fihrayn - assets.atlasobscura.com
Jebel Fihrayn (Gunung Fihrayn) inilah yang dijuluki The Edge of The World. Berada sekitar 108 kilometer dari King Khalid International Airport. (Sumber: assets.atlasobscura.com)

Sedang ramai dibincangkan, sebuah puncak tebing yang menyajikan pemandangan indah di Saudi Arabia. Dijuluki The Edge of the World, sudah didatangi beberapa influencer yang diundang dan dibiayai oleh Pemerintah Arab Saudi.

Mereka pun foto-foto, mengunggah dan bercerita tentang The Edge of The World di Arab ini kepada jutaan follower mereka di akun instagram.

Baca juga:
* Apa Itu Influencer? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bernama Asli Jebel Fihrayn

Jebel Fahrayn - assets.atlasobscuracom
Jebel Fahrayn. (Sumber: assets.atlasobscura.com)

The Edge of the World, nama aslinya adalah Jebel Fihrayn (Gunung Fihrayn). Telah menjadi destinasi wisata populer di Riyadh, ibukota Kerajaan Arab Saudi.

Julukan ini disematkan kepadanya, karena memiliki karena daya tarik berupa sudut pandang yang menakjubkan. Dari puncak tebing setinggi 300 meter menghadap ke dataran di sekitarnya.

Tebing curam ini adalah bagian dari Jibal Tuwaiq yang jauh lebih panjang. Merupakan salah satu fenomena alam paling menonjol dari Arab Saudi, karena membentang lebih dari 1.000 kilometer, dari Provinsi Najran di selatan hingga Qassim di Utara.

Memiliki peran penting dalam sejarah Arab karena di sepanjang kaki gunung, adalah salah satu rute perdagangan karavan kuno. Yang dulunya digunakan untuk melintasi Semenanjung Arab dari Yaman ke Levant dan Persia.

Pada era selanjutnya, beberapa pelintas membangun beberapa jalan setapak di sepanjang tebing. Sehingga memungkinkan akses untuk naik dan menuruni lereng curam namun mengesankan.

Beberapa jalan setapak dari batu tersebut masih bisa kita lihat saat ini. Seperti yang ada di Khashm Zubaydah, sekitar 50 kilometer arah tenggara Edge of the World.

Didatangi Influencer

The Edge of The World Arabia Saudi - welivetoexplore - 2
(Foto: Instagram @welivetoexplore)

Departemen Pariwisata Kerajaan Arab Saudi bersama program Gateway KSA, telah memberikan perjalanan gratis kepada para travel blogger populer. Seiring dengan negara itu bersiap-siap untuk memperluas program visanya. Demikian dilansir di New York Times, (03/10/2019).

Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan, pada Jumat (27/09/2019), bahwa mereka akan membuka pintu untuk wisatawan dari 49 negara. Hal tesebut dilakukan dalam upaya mendiversifikasi perekonomian dan mengurangi ketergantungan negara kepada minyak.

Beberapa hari setelah pengumuman, beberapa influencer mulai mengunggah gambar dari Riyadh. Dan tentu saja landmark fotogenik, termasuk Edge of the World. Mereka memuji keindahan Arab Saudi dan menyatakan terima kasih sudah diberi kesempatan untuk berkunjung.

Salah satu influencer yang diundang, Lana Rose, yang tinggal di Dubai, mengatakan kepada 1,6 juta followernya, bahwa mengunjungi Arab Saudi terasa seperti “Aladdin” Disney yang menjadi kenyataan. Dirinya juga menyertakan tagar #ad dan menandai akun @visitsaudi.

Sejumlah influencer Instagram populer menghadapi serangan balik online setelah mengambil bagian dalam kampanye iklan sponsor untuk Arab Saudi.

Mendapat Kritikan dari Netizen

The Edge of The World Saudi Arabia - welivetoexplore.jpg
A Stunning view at Jebel Fihrayn, known as ‘The Edge of The World’. (Foto: Instagram @welivetoexplore)

Namun beberapa follower influencer yang lebih melek media, sepertinya merasa terganggu dengan konten positif mereka. Terutama karena mereka melihat peran Saudi dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Menanggapi foto Instagram yang diunggah oleh @Lyss (dengan follower: 1,8 juta), seorang pengguna berkomentar: “Ya, mari kita lupakan saja diskriminasi terhadap perempuan, kurangnya beberapa hak asasi manusia, dan korupsi. Selama mereka memiliki tempat wisata yang indah, itu tidak masalah, kan?”

“Sudahkah Anda memeriksa berapa banyak pemenggalan yang terjadi pada tahun 2019 di Saudi?” Seorang pengikut berkomentar di sebuah foto yang diposting oleh Mick Salas.

Dianelle Rivers-Mitchell, seorang influencer traveling dan pendiri Black Girls Travel Too, mengatakan bahwa influencer juga harus belajar mengenai tempat-tempat yang akan mereka minta kunjungi sebelum diundang untuk jalan-jalan gratis dan mempromosikannya.

“Saya sudah duduk bersama banyak depatemen pariwisata yang menawarkan saya layanan istimewa hanya untuk mempromosikan destinasi wisata mereka,” katanya.

Ditambahkannya, dirinya sudah beberapa kali menolaknya, karena cara negara mereka memperlakukan warganya secara tidak layak.

Banyak negara memberikan penjagaan atau keamanan pribadi untuk membuat pengalaman para influencer menjadi nyaman. namun Ms. Rivers-Mitchell mengatakan dia justru khawatir merekomendasikan tempat-tempat wisata tersebut kepada pengikutnya yang rata-rata tidak memiliki akses yang sama dengan dirinya.

“Anda memiliki pengikut yang bernapas, makan, dan tidur seperti apa yang sudah Anda katakan,” katanya.

“Jika Anda memiliki pengikut yang menjunjung Anda dan mereka mengunjungi destinasi itu. Namun mereka mengalami sesuatu yang sama sekali berbeda, maka mereka akan menyuarakan pengalaman mereka dari puncak gunung.” Ucap Rivers-Mitchell.

Lihat Diri Sendiri

The Edge of The World - Saudi Arabia - @doyoutravel--1.jpg
(Foto: IG @doyoutravel)

Jessica Nabongo, seorang influencer traveling, mengatakan bahwa untuk sebagian besar teman-temannya – termasuk dirinya sendiri – bepergian dan berpolitik itu ada di pesawat yang berbeda.

Dia mengatakan bahwa kritik yang datang mengenai kunjungannya ke negara-negara tertentu, itu justru berasal dari ‘troll’ dan bukan dari follower.

Kritikan juga sangat dipengaruhi dari cara daerah-daerah tertentu digambarkan oleh media barat. Nona Nabongo menunjukkan bahwa Amerika Serikat bukannya tanpa masalah sendiri.

“Saya menantang banyak orang Amerika untuk melihat kedalam, sebelum mereka mulai menunjukkan jari ke luar,” katanya.

Nabongo memiliki gelar master dalam ilmu pengembangan internasional dari London School of Economics dan sebelumnya pernah bekerja di PBB. Namun ia lebih memilih untuk menjaga teks caption Instagramnya fokus pada orang-orang yang dijumai dan budaya dimana ia bepergian.

Tapi, “beberapa influencer ini tidak peduli dengan budaya,” Nabongo mengakui.

“Mereka tidak berusaha mengajarkan apapun kepada audiens mereka. Mereka bepergian hanya untuk foto saja.” Ujarnya.

Sektor Pariwisata

The Edge of The World Arab - @jordhammond
(Foto: Instagram @jordhammond)

Terlepas dari itu semua, sektor pariwisata memang sektor yang menjanjikan bagi banyak negara. Tidak terkecuali sektor pariwisata di Arab Saudi.

Sektor pariwisata bisa berjalan dengan baik, maka banyak masyarakat dari negara tersebut yang bisa menerima manfaat secara langsung.

Jadi, kita serahkan soal sudut pandang dan opini ini kepada masing-masing kita saja ya.

Ketahui Sebelum Anda Pergi

Untuk mencapai Edge of The World atau Jebel Fihrayn, kamu membutuhkan kendaraan SUV dengan izin untuk sampai ke sini. Kendaraan dengan penggerak empat roda (4WD) adalah opsional.

Panduan/guide tidak diperlukan, namun ada beberapa travel agent yang bisa mengantarmu. Kalau kita, lebih baik minta diantarkan saja, karena kita tidak tahu kondisinya bagaimana di lapangan.

Baca juga:
* “Drama” Pemilik Hotel vs Influencer, Ini Gara-garanya!

Lokasi The Edge of The World Arab Saudi

Lokasi Jebel Fihrayn (The Edge of The World), berada sekitar 108 kilometer dari King Khalid International Airport, Riyadh, Saudi Arabia. Dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

Kamu bisa mencarinya di Google Map. Dikatakan, posisinya tepat di peta. Bedanya di peta, tidak memiliki tanda seperti rambu-rambu jalan.

Cek Google Map: Edge of the World

Jadi Bagaimana? Berminat mengunjungi The Edge of The World di Arab Saudi/Saudi Arabia?