“Drama” Pemilik Hotel vs Influencer, Ini Gara-garanya!

Cawageh.id – Kamu tahu kan ‘influencer’, kata yang sekarang banyak kita temui di berbagai bio akun media sosial? Menjadi profesi baru yang diminati banyak orang seiring meningkatnya pengguna instagram.

Dan memang banyak juga pengusaha kecil, menengah, dan besar yang membutuhkan jasa influencer.

Ada cerita menarik di Filipina yang menyangkut influencer dan pemilik sebuah beach club belum lama ini.

White Banana Beach Club - sunset
Sunset (photo: White Banana Beach Club)

Ada seorang pemilik usaha kecil di sebuah pulau di Filipina yang dianggap sebagai pahlawan lokal karena melawan banyaknya pelancong internasional yang memperkenalkan diri mereka sebagai “influencer”.

Para pelancong yang memperkenalkan diri sebagai influencer itu menawarkan jasa influencer mereka di instagram untuk mendapatkan makanan, minuman, dan penginapan gratis di White Banana Beach Club.

White Banana Beach Club berada di Pulau Siargao, pulau yang sudah lama populer di kalangan wisatawan.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, sejumlah wisatawan merasa yakin kalau liburan mereka harus gratis selama mereka membuat cerita dan posting di akun Instagram. Ini menurut pengakuan beberapa pemilik bisnis lokal di Filipina yang sudah berhubungan dengan influencer.

Baca:
* Viral, Gadis Cantik Minta Edit Foto Jasnya Dihilangkan

White Banana Beach Club - island - beach - sea
(photo: White Banana Beach Club)

Dan akhirnya ada kejadian yang menjadi viral minggu lalu,

Gianluca Casaccia (40), manajer yang juga salah satu pemilik White Banana Beach Club, mengambil tindakan yang penuh drama 😀

Saat membuka emailnya, Casaccia mendapatkan pesan di email dengan kata-kata: “Saya seorang influencer.” Dan tentunya ada meminta untuk mendapatkan pelayanan gratis.

Dirinya pun memutuskan sudah waktunya untuk mengambil tindakan.

Seperti dilansir di The New York Times, sejak bulan Mei 2018 saat membuka bar koktail mereka yang menghadap ke Laut Filipina yang berwarna biru kehijauan itu, mereka sudah menerima sekitar 100 pesan semacam ini.

Selain bar, White Banana Beach Club memiliki sebuah restoran dan dua dorm/dormitory mewah, “asrama mewah”. Dorm tersebut seharga sekitar $ 23 per tempat tidur.

Email khas dari “wannabe influencer” ini bunyinya kira-kira seperti ini:

“Saya datang dari tanggal 25 hingga 27. Kami membutuhkan 3 tempat tidur, makanan, dan akomodasi. Sebagai gantinya, kami menawarkan konten post “.

Casaccia, yang berkebangsaan Italia, dan istrinya, yang berasal dari Manila, menganggap itu tidaklah pantas ditawarkan, tidak sopan.

“Kami menganggap ini tidak sopan,” katanya dalam sebuah wawancara dengan The New York Times.

Ini tidak membantu, sering kali para “influencer” tersebut memiliki kurang dari 2.000 follower di Instagram.

“Bagaimana Anda bisa membantu saya kalau Anda bukan siapa-siapa?” Dirinya mempertanyakan.

Dan akhirnya, pada 26 Maret, Casaccia posting ini di Fanpage Facebook White Banana Beach Club:

Casaccia mengaku tidak menginginkan tulisannya viral, ia hanya ingin para pelancong yang mengaku dirinya influencer itu berhenti mengirim email memohon untuk menginap dan makan secara gratis.

Alhasil dalam seminggu, Mr. Casaccia mendapatkan lebih dari 11.000 like, 3.000 share, dan hampir 700 komentar yang berisi debat penuh semangat tentang “influence”.

Saat artikel ini diturunkan, Jumat (5/4/2019), postingan tersebut sudah mendapatkan 12.000 like, 3100 share, dan 1.600 komentar.

Banyak yang memuji serangannya terhadap “pengemis era baru” yang terlalu berlebihan, seperti yang dikatakan seorang yang berkomentar.

“Asking for free is just pathetic. Always offer to pay. They’ll give it to you complimentary if your reviews matter to them. Dont be cheap!” Ujar Khristina Ricanto.

Lawrence Manga berkata, “Any man who who must say ‘I am the King’ is no true king’. Catch the drift? Simply put, if you need to introduce yourself as an influencer, then bad news for you, you are not one.”

Ramcy Tirona menegaskan, “This single post is proof that they don’t need influencers.. see.. it went viral!”

Sunset (photo: White Banana Beach Club)
(Foto: White Banana Beach Club)

Namun ada juga yang membela para ‘entrepreneurial travelers’ itu.

“Apa salahnya mencoba?” Tanya Jovelyn Mateo, seorang travel blogger dari Manila.

“Jika Anda memiliki sesuatu untuk ditawarkan di atas meja, tidak ada salahnya untuk dicoba bukan,” tulisnya.

Sedangkan Cinna See mengatakan, Pada dasarnya influencer/blogger ini adalah sebagaimana pelamar kerja. Upah mereka adalah pengalaman selama mereka tinggal di resor secara gratis. (mereka tidak akan diberikan kompensasi uang) tugas mereka mempromosikan dan membuat review resor.

“Jadi, karena mereka tidak begitu populer, mereka ditolak. Sekarang apakah Anda benar-benar perlu menghina mereka?” Tanya Cinna See.

Geng Maderazo, seorang yang berprofesi sebagai model juga ikut angkat bicara.

“Saya tahu postingan ini tidak merujuk pada yang benar-benar influencer atau blogger profesional. Tetapi jika beberapa orang di sini mengatakan bahwa influencer sejati tidak perlu meminta, maka ya, saya agak tersinggung karena sebagian besar agen pemasaran menggolongkan saya juga sebagai influencer.” Ucapnya.

“Tolong, kita tidak harus bersikap kasar di sini.” Pintanya juga.

“Saya tidak menentang postingan ini atau siapa pun, tetapi saya berharap kita tidak menyebut nama orang. Jika mereka adalah calon influencer, saya harap kita tidak membunuh impian mereka dan mengecilkan hati mereka karena kata-kata kalian. Biarkan ini menjadi pelajaran bagi mereka. Dan jika kalian bisa, beri tahu mereka tentang cara melakukannya dengan benar.” Pungkasnya.

Menanggapi postingan tersebut yang menjadi viral, keesokan harinya Gianluca Casaccia langsung melakukan klarifikasi.

“Kami ingin klarifikasi bahwa kami tidak menentang INFLUENCERS. Kami hanya menentang para freeloaders.” Jelasnya.

Casaccia juga mengungkapkan kalau mereka telah berkolaborasi dengan beberapa influencer dengan beberapa perjanjian .

Di bawah ini influencernya Mr Casaccia:
♥️♥️♥️
😍😍😍

Cassacia menegaskan, dirinya juga mendukung para influencer.

Bagi Cassacia, ada kok yang benar-benar influencer. Dirinya akan menghubungi mereka dan bahkan rela membayar atau menawarkan sesuatu.

“Tapi, mereka tidak pernah menghubungi kami, karena mereka tidak membutuhkan kami. Kami lah yang membutuhkan mereka.” Tutup Casaccia.

Dan sebenarnya ini bukan yang pertama kali terjadi.

Ada kejadian sebuah resor di Maldives yang diributkan oleh seorang Youtuber muda gara-gara ditolak menginap secara gratis oleh pihak resor.

Sebuah hotel di Tulum, Hotel Jashita, juga mengaku mengalami hal yang sama.

Manajemen hotel menerima begitu banyak permintaan dari “influencer” selama enam bulan sehingga hotel memutuskan berhenti bekerjasama dengan mereka, jelas Abigail Villamonte, manajer front-desk hotel.

“Ya, kami jengkel – jujur saja,” katanya.

“Mereka bahkan tidak menulis tentang hotel kami. Hanya posting satu foto. Dan itu memancing permintaan dari influencer lainnya untuk melakukan hal yang sama,” katanya.

Baca juga:
* Memperlakukan Informasi

* Mau Tahu Jumlah Pengguna Aktif Twitter? Ini Jawabannya

White Banana Beach Club @juanderhixxy
(foto: @juanderhixxy)

Kembali ke Mr Casaccia. Setelah posting Facebook-nya yang viral permintaan melalui emailnya mulai berkurang. Tetapi kemudian mulai lagi. Tetapi kali ini mereka tidak terlalu menuntut seperti sebelumnya.

Dalam salah satu pesan, Mr Casaccia menunjukkan nada damai kepada salah satu koresponden.

“Saya melihat Kamu memiliki konten yang bagus, tapi saya sarankan kamu tidak mengekenalkan diri sebagai influencer.” Ujarnya.

Bagaimana menurutmu trend barter para influencer ini? Apakah trend ‘influencer’ ini akan terus berlanjut?

Dan apa kamu mau berlibur wisata ke White Banana Beach Club di Filipina? Sebagai turis biasa atau sebagai influencer? LoL 😀