Apa Itu Influencer? Ini Penjelasan Lengkapnya

arti influencer - BSK - freeimagescom
Apa Itu Influencer? (Sumber foto: freeimagescom)

Saat ini kata influencer sudah semakin akrab di telinga kita. Namun masih banyak yang belum tahu apa arti influencer. Banyak yang bertanya apa itu influencer, apa pengertian influencer, dan bagaimana cara menjadi influencer. Banyak juga yang mencari tahu tips menjadi influencer yang berhasil dan sukses. Kita bahas tuntas ya di artikel ini.

Daftar Isi:

Pengertian Influencer

Apa itu influencer?

Influencer adalah seseorang yang memiliki power untuk memengaruhi orang lain dalam mengambil keputusan dalam membeli sesuatu. Power tersebut biasanya karena dia memiliki otoritas, pengetahuan, dan hubungan kuat dengan audiens-nya.

Atau juga seseorang yang memiliki pengikut pada niche tertentu yang secara aktif. Dan mereka secara aktif saling berinteraksi.

Yang perlu dicatat adalah, influencer itu bukan sekadar menjadi alat pemasaran saja. Influencer menjadi aset ‘hubungan sosial’ dimana suatu perusahaan/brand/merk dapat mencapai tujuan pemasaran mereka.

Influencer di Media Sosial

Istilah influencer mulai sering terdengar saat media sosial memunculkan individu-individu yang keberadaannya terasa begitu kuat secara online. Selain memiliki jumlah follower yang banyak, mereka biasanya memiliki kreativitas unik dalam berinteraksi dan memberikan informasi kepada pengikutnya.

Influencer di media sosial membangun reputasi dalam pengetahuan dan keahlian mereka pada topik tertentu. Mereka posting/mengunggah secara reguler topik-topik tertentu di saluran media sosial pilihan mereka.

Banyak brand lebih memilih influencer media sosial karena mereka dapat menciptakan tren dan mendorong pengikutnya untuk membeli produk yang mereka promosikan.

Apalagi biaya untuk influencer termasuk kecil bagi banyak brand. Brand memberikan produk-produknya yang ingin dipromosikan kepada para influencer. Lalu influencer akan bercerita mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan produk tersebut.

Perusahaan akan mengeluarkan biaya lebih sedikit, namun dapat mengekspos produk mereka ke kelompok pembeli potensial karena penagruh dari influencer.

Saat ini semakin banyak yang menggunakan internet, semakin banyak yang melakukan pembelian secara online. Hal ini juga yang mendorong banyak perusahaan menginvestasikan lebih banyak iklan di internet, dan khususnya di media sosial.

Berminat jadi influencer? Baca terus artikel ini sampai abis πŸ™‚

Jenis-jenis Influencer

Macam-macam influencer bisa berasal dari kategori berikut ini:

  • Celebrities
  • Industry experts and thought leaders
  • Bloggers and content creators
  • Micro Influencers

Untuk saat ini influencer yang banyak bermunculan adalah Micro Influencer dan Blogging. Keduanya banyak sekali ada di twitter dan instagram. Pakar industri dan pemikir seperti jurnalis, juga dapat dianggap sebagai influencer dan memegang posisi penting dalam pemasaran suatu produk.

Lalu ada selebritas yang benar-benar memiliki pengaruh besar kepada penggemarnya.

Blogger dan micro-blogger di media sosial dianggap memiliki hubungan yang otentik dan aktif dengan pengikutnya. Brand-brand mengakuinya dan berani menngajak kerjasama dengan mereka.

Luna Maya - @lunamaya - influencer artis
Salah satu postingan di akun IG Luna Maya (@lunamaya).

Selebriti / Artis

Banyak bisnis/usaha/brand yang mengakui bahwa penjualan mereka biasanya naik ketika ada seorang selebriti yang mempromosikan produk mereka. Dan banyak produk yang memanfaatkan artis sebagai influencer mereka.

Namun masalahnya adalah artis biasanya mau bepartisipasi dalam kampanye produk dengan harga yang tidak murah.

Dalam beberapa kasus, si artis memang sudah menggunakan dan senang dengan produknya. Kalau sudah demikian, biasanya artis tersebut akan lebih siap bepartisipasi dan menggunakan pengaruhnya dalam menceritakan pengalaman baiknya menggunakan produk yang dipakainya itu.

Bagaimana dengan produk-produk alat musik ya. Produsen alat musik pasti banyak mendapat manfaat karena banyak musisi yang memang membutuhkan alat musik. Termasuk perhiasan, kendaraan, dan makanan/minuman yang sering dibawa mereka mungkin ya?

Meskipun artis biasanya memiliki banyak follower dan penagruhnya besar, tidak serta merta brand memilih mereka tanpa alasan. Brand pasti memperhitungkan juga target audiens.

Akun Luna Maya @lunamaya dengan follower 20an juta mungkin sangat berpengaruh saat merekomendasikan produk kecantikan dan busana. Tetapi memiliki sedikit peluang dalam memengaruhi pembelian produk kamera DSLR atau produk kendaraan 4WD.

Pakar dan Pemikir

Para pakar industri dan pemikir banyak dihormati karena kualifikasi mereka, juga posisi dan pengalaman mereka di bidang masing-masing.

Seorang jurnalis di surat kabar besar mungkin saja bukanlah seorang ahli dalam banyak hal yang dia tuliskan. Namun karena dia adalah penulis yang baik maka dirinya dihormati dan diperhitungkan.

Di kategori ini bisa berasal dari kalangan jurnalis, akademisi, pakar industri, advisor/penasihat profesional, dan semacamnya.

Kalau kamu memiliki bisnis atau kamu seorang manajer pemasaran, kamu bisa mencoba influencer di kategori ini. Kalau kamu bisa menarik perhatian seorang jurnalis dari surat kabar nasional, bisa jadi dia akan berbicara positif mengenai usaha kamu. Dan bonusnya adalah, jurnalis akan menuliskannya tanpa harus kamu bayar.

Blogger dan Content Creator

Saat ini banyak sekali blogger yang masuk ke indutri ‘marketing influencer’. Ada banyak sekali blog yang memiliki pengaruh cukup besar. Jika ada blog/blogger populer menyebutkan nama produk usaha kamu, pembaca setianya bisa jadi akan membeli produkmu.

Kalau kamu mengikuti perkembangan dunia blogging, kamu akan mendapatkan banyak blogger besar di niche/sektor tertentu. Misal ada blog yang besar dan berpengaruh dalam hal kesehatan, musik, traveling, produk kesehatan, dan topik lainnya.

Yang dimiliki oleh blog-blog tersebut adalah rasa hormat dan kepercayaan dari para pembacanya.

Seorang content creator juga bisa menjadi influencer. Misal menuliskan/merekomendasikan suatu produk dalam sebuah artikel guest-blog. Dirinya dapat menentukan konten yang akan ditulis dan menyebutkan nama produk yang dipromosikan dalam konten.

Dan perlu diketahui, blog bukanlah satu-satunya yang bisa populer di internet. Ada konten video yang bisa sangat populer di kanal youtube.

Dan tentu saja, blogger dan YouTuber tidak hanya mengandalkan pembaca setia yang selalu membuka blog dan kanal youtube mereka. Seringkali blogger dan youtuber mempromosikan konten terbaru mereka di kanal-kanal media sosial lainnya. Sehingga tak jarang mereka juag disebut sebagai micro-influencer.

Micro Influencer

Apa itu influencer mikro?

Micro Influencer sehari-harinya adalah seperti pada umumnya orang. Namun mereka lebih memahami isu-isu tertentu. Sehingga mereka bisa mengumpulkan banyak follower dari isu/topik tertentu itu.

Dan tentu saja jumlah follower belum tentu sebanding dengan tingkat pengaruh. Pengaruh bisa didapat dari hubungan dan interaksi dengan para followernya.

Biasanya influencer akan memilih-milih brand yang cocok dengan niche akun mereka. Brand pun akan memilih audiens targetnya.

Micro influencer membangun akunnya dengan niche/topik tertentu, sehingga mendapatkan banyak follower. Seorang influencer yang memiliki akun dengan niche makanan tentu akan menolak brand kosmetik yang mengajak kerjasama.

Terlepas dari soal harga, influencer akan berpikir panjang untuk kerjasama dengan brand yang tidak sesuai dengan audiens mereka.

Dan sama seperti selebriti yang sudah senang menggunakan suatu brand tertentu, micro-influencer juga ada yang demikian.

Beberapa influencer mikro sering mempromosikan brand tertentu secara gratis karena senang dan puas menggunakan suatu produk.

Sedangkan influencer lain mungkin mengharapkan pembayaran untuk melakukan hal yang sama.

Saat ini micro-influencer sudah menjadi umum dan diterima banyak kalangan. Kamu pasti bisa menyebutkan beberapa nama yang tadinya tidak terkenal sama sekali namun saat ini namanya melejit dan sama terkenalnya dengan selebirit/artis.

Ada yang mengatakan bahwa para micro-influencer ini adalah influencer masa depan. Atau kamu punya pendapat lain?

Banyak informasi bisa kita temukan di internet. Termasuk hal-hal sepele dan tidak jelas, bisa kita temukan di grup dan fanpage Facebook, board Pinterest, Whatsapp group, Line Group, dan lainnya.

Biasanya para micro-influencer akan memantabkan diri mereka sebagai influencer di dalam grup-grup tersebut.

Ditambah dengan kebiasaan Generasi Y dan Generasi Z yang lebih suka menghabiskan waktu di internet daripada pergi bermain ke taman kota atau menonton di bioskop. Maka keberadaan grup-grup dan micro-influencer itu terasa saling melengkapi.

Baca juga:
* Mau Tahu Jumlah Pengguna Aktif Twitter? Ini Jawabannya

apa itu influencer - BSK - freeimagescom
Foto ilustrasi. (Sumber: freeimagescom)

Value

Ngomongin influencer, sebenarnya apa sih value mereka itu? Nilai apa yang bisa mereka tawarkan dan kita dapatkan?

Coba pertimbangkan ini.

  • Social Reach: influencer mampu menjangkau ratusan ribu bahkan jutaan konsumen, melalui kanal media sosial mereka.
  • Original Content: influencer bisa menghasilkan konten pemasaran yang orisinal, dan seringkali efektif bagi brand.
  • Consumer Trust: influencer mempertahankan hubungan yang kuat dengan audiens mereka. Opini-opini mereka memiliki tingkat kepercayaan tertentu di mata audiens.

Dengan berkolaborasi dengan para influencer, brand bisa mendapatkan value tersebut.

Tertarik berkolaborasi dengan mereka? Baca terus sampai habis ya.

Efektivitas Influencer

Dilansir di dailysocial.id, Sociabuzz mengeluarkan hasil survei mengenai penggunaan influencer dalam kegiatan pemasaran. Terungkap bahwa 98,8% dari influencer digunakan untuk meningkatkan awareness, sedangkan 62,7% untuk edukasi target konsumen.

Lalu 50,6% untuk penjualan dan 39,8% untuk meningkatkan jumlah follower.

Influencer ini sifatnya cenderung viral dan dianggap mampu mengubah cara pandang konsumen saat melihat tampilan produk.

Dan ada hal menarik lain untuk bahan pertimbangan kalau ingin mengajak kerjasama. Ternyata tidak selamananya artis/selebritas mempunyai efek lebih baik daripada selebgram pada umumnya. Selebgram; pemilik akun instagram yang populer.

Berdasarkan survei dari Sociabuzz, 59,0% responden memiliki influencer berdasarkan kategori selebriti internet, disusul dengan artis sebesar 22,9% dan sisanya micro influencer sebanyak 14,5%.

Menurut survei tersebut, sekitar 70% ternyata memilih efektivitas penggunaan influencer mencapai skala 7-10. Yang artinya dinilai efektif untuk mendukung target yang ingin dicapai.

Masih dari yang dilansir oleh dailysocial.id, GetCraft juga melakukan survei mengenai media sosial yang paling aktif digunakan di Indonesia.

Paling aktif digunakan adalah YouTube sebanyak 49%, kemudian disusul oleh Facebook sebanyak 48%, Instagram 39%, Twitter 38%. Kemudian Whatsapp (38%), FB Messenger (31%), Line (30%), Linkedin (28%), BBM (26%), Pinterest (22%) dan WeChat (21%).

Dalam survei GetCraft tersebut diungkapkan bahwa Instagram adalah platform paling favorit yang digunakan para influencer untuk melancarkan kegiatan pemasaran dan terbilang paling ampuh.

Sebanyak 97% influencer menggunakan Instagram, lalu disusul oleh Twitter 67%, Youtube 33%, dan terakhir Facebook sebesar 30%.

Nah, itulah seluk beluk mengenai influencer secara global dan juga yang sedang terjadi di Indonesia.

Artikel ini belum membahas semuanya secara tuntas. Tetapi paling tidak kamu sudah banyak mengetahui tentang keberadaan, value, fungsi, dan efektivitas influencer.

Kalau kamu mewakili suatu brand, kamu pasti memiliki banyak pertimbangan dalam memilih influencer dan target yang ingin diraih.

Bagi kamu yang ingin menjadi influencer. Bisa baca terus sampai artikel ini selesai πŸ™‚

Bagaimana Cara Menjadi Influencer?

Saat mencari-cari artikel mengenai arti influencer atau mencari cara menjadi influencer beserta tipsnya, kamu mungkin sudah melihat dan follow beberapa influencer besar bukan?

Kamu follow mereka di media sosial, melihat postingan mereka yang sedang liburan mereka yang begitu indah. Melihat pakaian mereka yang trendy, melihat mereka makan di resto romantis. Kamu melihat gaya hidup mereka yang nampak begitu enaknya.

Lalu kamu berpikir bisa menjadi seperti mereka. Banyak bekerja dari rumah, datang ke hotel/resto, dan menghasilkan banyak uang.

Bukan kamu saja yang ingin begitu, saya juga mau banget lah πŸ˜€

Sekarang kita bahas saja cara menjadi influencer yang sukses ya.

Baca juga ya:
* β€œDrama” Pemilik Hotel vs Influencer, Ini Gara-garanya!

Tips Menjadi Influencer Sukses

1. Tentukan Niche:

ambil secarik kertas dan pena, lalu buat list/dafrtar passion-mu. Tidak harus sesuatu yang sudah umum, seperti traveling, review produk, makeup, dll. Kamu bisa coba niche unik, seperti benda-benda bewarna biru, daun kering, dan sebagainya.

Apapun passionmu, mulai dan lakukan sekarang!

2. Lakukan Sesuatu yang Unik:

Banyak sekali lifestyle blogger, travel blogger, food blogger yang begitu-begitu saja dan boleh kita bilang ‘gagal’. Apa sebabnya? Mereka sama seperti kebanyakan blogger lainnya dengan niche yang sama.

Oleh karena itu, lakukanlah sesuatu yang berbeda dari yang lain.

3. Pilih Kanal Media Sosial

Sangat jarang seseorang bisa sukses di semua kanal media sosial. Sukses di twitter, sukses di instagram, facebook, youtube, dan lainnya.

Silakan buat akun disemua kanal, namun ada baiknya kerahkan banyak energi di salah satu kanal saja. Kalau impresi dan engagement tertinggi banyak didapat dari instagram, maka fokus saja dan tumbuh besar di instagram.

4. Buat Strategi Media Sosial:

Jangan hanya sekedar posting, tapi kamu harus rencanakan strategi posting. Buatlah daftar konten 2-3 bulan kedepan. Tentukan seberapa sering kamu posting dan waktu posting. Dan konsisten.

Kawan-kawan saya, @lampunginsta, @kuliner_lampung, @lampuung, sukses memiliki akun dengan jumlah follower banyak dan menghasilkan uang, karena konsisten melakukannya.

Jangan tiru akun saya @kelilinglampung_ yang kurang konsisten πŸ˜€

5. Buat Konten yang Wowww

Soal konten inilah kamu akan habiskan banyak waktu. Pastikan kamu membuat konten terbaik yang kamu bisa.

Itu brand-mu. Kalau memang perlu mengeluarkan biaya, jangan takut menginvestasikan uang-mu. Kalau kamu memulai bisnis, kamu akan menginvestasikan uang bukan?

Kalau kamu serius ingin menjadi influencer, kamu juga harus membeli beberapa peralatan bagus untuk mendukung konten yang bagus.

Konsisten! (Foto: freeimages/Jenny Rollo)
Konsisten! (Foto: freeimages/Jenny Rollo)

6. Konsisten

Jangan ikuti saya yang tidak konsisten dengan konten. Tiru kawan-kawan yang konsisten posting konten keren secara teratur.

Beberapa blogger selalu konsisten menerbitkan artikel/konten baru di blognya setiap hari Jumat pagi. Dan pembaca blognya selalu menunggu dan membaca di akhir pekan.

Beberapa selebgram juga selalu konsisten posting, setiap hari di pukul 07:00, 13:00, dan 20:00 misalnya.

7. Promosikan

Kamu sudah susah payah membuat konten dan posting di blog atau media sosial. Tapi apa gunanya kalau sedikit yang melihat.

Ingat saja rumus ini: 20% untuk pembuatan konten dan 80% itu promosi.

Kamu bisa melakukan promosi sebelum kamu posting di blog, saat baru posting, dan beberapa hari setelah posting. Beritahu followemu bahwa kamu akan posting pada hari dan jam tertentu. Dan saat baru posting konten terbaru, kamu bisa umumkan di kanal media sosial lain.

8. Kolaborasi

Cara tercepat dan termudah untuk menumbuhkan audiens adalah bekerjasama dengan influencer lain yang lebih besar dari kamu.

Kamu bisa mewawancara dan menyebut influencer besar dalam kontenmu. Lalu mereka bisa jadi akan membagikan artikelmu ke follower mereka. Dan artikelmu akan mendapat banyak impresi karenanya.

9. Engagement

Bangun hubungan dengan audiens/followermu. Tanggapi setiap komentar, folbek orang lain, balas like, dan sebagainya.

Hal ini mudah dilakukan. Kamu bisa menyisihkan waktu 30-60 menit di pagi atau sore hari. Atau kapan waktu kamu merasa nyaman berinteraksi.

10. Lihat Statistik

Saat ini kamu sudah bisa melihat statistik akun tiwtter, instagram, fanpage facebook, dan blogmu.

Lihat analitiknya dan lihat konten mana yang banyak dilihat. Lihat siapa audiens-mu? Lihat postingan mana yang paling banyak di-like/diberi komentar. Lihat usia mereka, pria atau wanita, dan sebagainya.

Buatlah konten yang bisa menghasilkan banyak engagemnet dengan audiensmu tersebut. Bisa juga kamu bertanya kepada audiens/follower, konten apa yang mereka ingin lihat di akun/blogmu.

Jadilah Influencer Bermanfaat

Sekarang kamu sudah tahu apa itu influencer, pengertian influencer, dan tips menjadi influencer sukses.

Kalau kamu mewakili brand, kamu sudah memiliki gambaran influencer mana yang akan kamu ajak kerjasama. Dan kalau kamu ingin menjadi influencer, kamu tinggal ikuti 10 tips diatas.

Dan perlu kamu ketahui, tidak selamanya influencer itu berbayar. Banyak sekali influencer yang saya kenal dan memiliki banyak follower di instagram namun tidak meminta bayaran dalam mempromosikan suatu brand.

Saya juga banyak kenal blogger yang tidak pernah meminta bayaran atau meminta fasilitas gratis saat mereview produk, resto, hotel, dan lainnya.

Menjadi influencer bukan berarti kamu semaunya minta serba gratis ya. Harus ada etika yang tetap kamu pegang. Namun bukan berarti juga kamu tidak boleh menerima bayaran ya.

Yang jelas, jadilah bermanfaat dan bawa pengaruh positif.

Selamat mencoba menjadi influencer.

*Dari berbagai sumber